Kenapa Kodok Berbunyi Setelah Hujan?


Pernahkah anda perhatiin kalau saat hujan, katak-katak suka bernyanyi atau bersuara tapi kalau tidak hujan katak-katak diam. Tahukah anda kenapa katak-katak itu bernyanyi hanya pada saat hujan? Ini penjelasannya.
Katak berbunyi keras saat ujan karena mereka harus bernapas. Saat masih berupa berudu atau kecebong, mereka bernapas dengan insang, tetapi setelah jadi katak mereka bernapas dengan paru-paru. Namun sayangnya, paru-paru katak tidak sempurna. Oleh karena itu, katak tidak bisa menggelembungkan paru-parunya untuk bernapas seperti manusia dan hewan lainnya.
        Sebagai gantinya katak menghirup udara dengan menggelembungkan dan mengerutkan leher. Karena itulah, katak tidak hanya bernapas dengan paru-paru, tetapi juga melalui kulit.
        Saat hujan kelembaban suhu udara menjadi meningkat dan katak menjadi sulit bernapas. Untuk memperbanyak jumlah udara yang masuk mereka harus mengeluarkan bunyi dengan keras melalui leher. Bunyi-bunyi inilah yang kita dengar saat hujan dan menjadi pertanyaan buat kita.
        Itu yang dapat saya sajikan semoga bisa menambah ilmu anda.

Kenapa Ya Kita Bisa Cegukan?


Hik..! Hik! Hik! Duh, cegukan ini bikin capek deh... ! Kenapa kita bisa cegukan, ya?
Cegukan memang membuat kita lelah. Sebentar-sebentar.. hik! Hik! Ugggh.. Nesi juga pernah cegukan. Rasanya capek banget. Kenapa kita bisa cegukan? Begini ceritanya.
Cegukan itu terjadi ketika bagian tubuh kita yang disebut rongga dada menegang. Sekat rongga dada itu adalah jaringan otot yang letaknya di bawah paru-paru. Nah, kalau kita menelan sesuatu yang panas atau dingin, saluran makanan dari mulut ke perut (esofagus) dan perut tidak siap menerimanya.
Jadi, istilahnya terkejut gitu, lho. Kejutan inilah ternyata yang menyebabkan sekat rongga dada kita menegang keras.
Kondisi ini akan menyebabkan adanya celah antara pita suara tertutup, tapi udara tetap masih bisa lewat. Inilah yang membuat kita cegukan!
Bagaimana cara menghentikannya? 
Nesi pernah diberitahu oleh orangtua sahabat-sahabat Nesi. Kalau kita cegukan cobalah menahan nafas selama mungkin, kemudian hembuskan nafas perlahan-lahan.

Ada juga yang pernah memberitahu Nesi untuk memegang/memencet cuping hidung dan minumlah segelas air.
Eh, kamu tahu tidak? The Guinness World Records  mencatat rekor cegukan terlama (1922-1990) dipegang oleh Charles Osborne (1894-1991) dari Anthon, Iowa (Amerika Serikat).
Cegukannya itu dimulai pada tahun 1922 dengan frekuensi 40 kali per menit,yang kemudian melambat menjadi 20 kali, dan akhirnya berhenti pada bulan Februari 1990. Jadi total ia mengalami cegukan kira-kira selama 68 tahun. Waaah... kasihan sekali yaaa..

Makan Sehat Bikin Ngantuk dan Sakit Kepala, Kenapa Ya?

Tips Kesehatan bulan puasa dengan makan sayur-sayuran

Memulai untuk hidup sehat memang banyak tantangannya. Mulai banyak mengonsumsi sayur dan buah serta mengurangi makanan yang digoreng akan membuat perubahan pada diri Anda. Rasa pusing, mengantuk serta suasana hati jadi tak menyenangkan biasanya dilanda mereka yang mulai makan sehat.

"Keluhan yang biasa saya dengar saat orang melakukan perubahan menjalani pola makan sehat biasanya adalah perut kembung dan sakit perut," terang ahli nutrisi, Jaclyn London, MS, RD, CDN.

Namun, Anda tak perlu khawatir. Hal ini lumrah terjadi pada mereka yang mengganti makanan yang dikonsumsi. Menurut sebuah artikel dalam The Globe and Mail, menjauhkan daging serta makanan proses bisa membuat sedikit menderita. Rasa tidak mengenakkan ini hanya terjadi pada awal saja, sesudahnya akan merasakan dampak positif dari makan sehat.

Makanan tinggi lemak maupun manis biasanya langsung dirasakan dampak energi seketika. Hal berbeda jika makan sehat. Tubuh akan secara perlahan mengeluarkan energi. Sehingga tidak langsing merasakan dorongan energi. Inilah yang membuat Anda merasa mengantuk dan lelah usai makan sayur.

Atasi hal tersebut dengan banyak minum air. London mengungkapkan, seperti dilansir Good Houskeeping, Kamis (8/1/2015) memperbanyak air bisa mengurangi rasa kembung usai makan makanan nanyak serat dari buah dan sayur.

Rasa tidak menyenangkan makan sayur dan buah hanya berlangsung sebentar sebagai bentuk adaptasi tubuh. "Tubuh Anda hanya perlu menyesuaikan diri dengan makanan yang lebih banyak serat. Setelah satu minggu akan merasa lebih baik," teran London.